Boleh Nggak Sih Berenang Pakai Softlens? Ini Risikonya dan Cara Amannya

Pernah nggak sengaja lupa lepas softlens pas mau nyemplung ke kolam renang, atau malah sengaja dipakai biar tetap bisa lihat jelas pas berenang? Kebiasaan ini sebenarnya lebih sering terjadi daripada yang kamu kira, apalagi buat kamu yang mata minus dan ngerasa ribet kalau harus gonta-ganti antara softlens dan kacamata. Tapi ternyata ini salah satu kebiasaan yang paling berisiko buat kesehatan mata. Yuk kita bahas kenapa, dan apa alternatif amannya.

Kenapa Berenang Pakai Softlens Itu Berbahaya?

Secara fisik, air kolam renang bisa bikin softlens berubah bentuk dan jadi lebih “nempel” erat ke permukaan kornea. Kondisi ini bisa menggores kornea secara halus, dan goresan itu jadi celah masuk buat bakteri atau mikroorganisme yang ada di air. Bahkan kolam yang kelihatannya bersih dan sudah dikasih klorin pun tetap berisiko, karena klorin nggak membunuh semua jenis mikroorganisme berbahaya, dan justru kandungan kimianya sendiri bisa bikin mata iritasi kalau kejebak di antara lensa dan mata.

Masalahnya bukan cuma soal kolam renang doang. Air laut, danau, atau sungai juga sama-sama berisiko, bahkan untuk beberapa jenis infeksi risikonya lebih tinggi karena sumber air alami cenderung punya lebih banyak variasi mikroorganisme.

Risiko Infeksi yang Perlu Kamu Tahu

Ada dua infeksi utama yang jadi concern dokter mata soal softlens kena air:

  • Acanthamoeba keratitis — infeksi yang disebabkan parasit mikroskopis yang hidup di berbagai sumber air (kolam, danau, laut, bahkan air keran). Kalau parasit ini nempel di softlens terus masuk ke kornea, infeksinya bisa parah banget — dalam kasus serius bahkan bisa berujung kebutaan yang butuh transplantasi kornea buat diatasi.
  • Infeksi Pseudomonas — bakteri yang hidup di tanah dan air, gampang banget menempel di permukaan softlens dan berpotensi menyebabkan kerusakan mata yang serius kalau nggak segera ditangani.

Dokter mata (dr. Devia Irine Putri, dikutip dari Klikdokter) menegaskan bahwa berenang pakai lensa kontak sangat tidak dianjurkan, justru karena kombinasi kandungan air kolam dan risiko infeksi yang bisa berakibat permanen ke penglihatan. Ini bukan soal “kalau lagi apes doang” — risikonya memang nyata dan sudah banyak kasus kejadian di dunia nyata, dari iritasi ringan sampai kasus kehilangan penglihatan.

Softlens close-up ilustrasi mata

Alternatif Aman Buat Kamu yang Mata Minus atau Silinder

Kalau kamu memang butuh penglihatan jelas pas berenang (misalnya karena minus tinggi), solusi paling aman adalah pakai kacamata renang berlensa minus (prescription swim goggles). Produk ini sekarang udah banyak tersedia dengan rentang lensa dari sekitar -1,5 sampai -10,00, jadi bisa mengakomodasi sebagian besar tingkat minus dan silinder ringan. Beberapa tips milih kacamata renang minus:

  • Pilih desain yang pas sama bentuk wajah kamu biar nggak bocor air dari sela-sela kacamata.
  • Kalau sering berenang outdoor siang hari, pilih lensa yang agak gelap biar lebih nyaman di mata.
  • Pastikan beli dari toko optik yang jelas ukurannya, bukan asal pilih minus yang mendekati aja.

Dengan kacamata renang minus, kamu tetap bisa lihat jelas di air tanpa perlu pasang softlens sama sekali — jauh lebih aman dibanding kompromi pakai softlens yang kena air.

Kalau Softlens Kamu Nggak Sengaja Kemasukan Air

Ada kalanya situasinya nggak direncanakan — misalnya kecipratan air kolam pas lagi di pinggir, atau kena air hujan deras pas masih pakai softlens. Kalau ini terjadi:

  1. Lepas softlens secepatnya, jangan ditunda.
  2. Jangan langsung pasang ulang softlens yang sama tanpa dibersihkan dulu — kalau kamu pakai softlens harian, lebih aman langsung ganti yang baru daripada dipakai lagi.
  3. Kalau pakai softlens bulanan, bersihkan dulu pakai cairan multipurpose sebelum dipakai lagi, dan amati kondisi mata beberapa jam ke depan.
  4. Perhatikan gejala seperti mata merah, perih, berair terus, atau pandangan jadi buram — ini bisa jadi tanda awal iritasi atau infeksi yang butuh perhatian serius. Kalau kamu pakai softlens bulanan, pastikan juga cara merawat dan menyimpan softlens kamu sudah benar, biar lensa pengganti yang kamu pakai setelah insiden kena air tetap steril.

Jangan anggap remeh kalau gejalanya nggak kunjung reda dalam 1-2 hari — segera periksa ke dokter mata, apalagi kalau sampai ada rasa nyeri yang nggak wajar.

Pilih Softlens dengan Spek yang Jelas dari Toko yang Transparan

Di luar urusan aktivitas air (yang memang sebaiknya dihindari pakai softlens jenis apapun, termasuk softlens dari Vuessera sekalipun), hal paling penting buat ngurangin risiko infeksi mata sehari-hari adalah pastikan softlens yang kamu pakai jelas asal-usulnya. Ini kenapa penting beli dari toko yang transparan soal keamanan produknya kayak Vuessera — semua produk yang dijual Halal Certified, Made in Singapore, dan terdaftar izin edar Kemenkes, jadi kamu nggak perlu was-was soal keasliannya.

Buat kebutuhan harian/natural look, dua line yang benar-benar brand Vuessera sendiri adalah Sun Bloom dan Moon Light — keduanya punya spek yang konsisten dan jelas (diameter 15mm, base curve 8,6mm, kadar air 43%), terdaftar KEMENKES RI, dan speknya sama di setiap pembelian. Spek yang jelas dan konsisten kayak gini bikin kamu lebih gampang tahu kondisi lensa kamu, dan itu penting banget apalagi kalau kamu baru aja mengalami insiden softlens kena air dan perlu pastikan lensa pengganti yang kamu pakai memang aman.

Kesimpulan

Berenang pakai softlens kelihatan sepele, tapi risikonya nyata — dari iritasi ringan sampai infeksi serius yang bisa mengancam penglihatan permanen. Kalau kamu butuh penglihatan jelas di air, kacamata renang minus adalah solusi yang jauh lebih aman dibanding kompromi pakai softlens. Dan kalau nggak sengaja softlens kamu kena air, jangan tunda buat lepas dan amati kondisi mata — lebih baik waspada dari awal daripada menyesal belakangan.